Selain Militer, Amerika Perang Ekonomi dengan Iran

Redaksi Redaksi Sabtu, 07 Februari 2026 • 15:00:00 WIB
Selain Militer, Amerika Perang Ekonomi dengan Iran

Sinkos, Jakarta – AMERIKA Serikat berperang melawan Iran tidak hanya dengan kekuatan militer, melainkan juga menggunakan senjata ekonomi. Iran mengalami kelangkaan dolar dan inflasi.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan hal tersebut kepada wartawan sebagaimana dilansir situs berita The Cradle, Kamis 5 Februari 2026.

“Kami berhasil menciptakan kelangkaan dolar di negeri itu,” ucap Bessent sebelum menghadiri pertemuan Komite Perbankan Senat, Kamis.

Akibat sanksi ekonimi yang diterapkan Amerika Serikat, papar Bessent, Bank Central Iran terpaksa mencetak uang, mata uang rial melemah terhadap dolar AS, dan inflasi meledak.

Data dari The Tradable edisi 7 Februari 2026, menyebutkan, inflasi Iran tembus ke angka 90 persen.

“Angka tersebut sangat tinggi bila dibandingkan dengan inflasi tahun sebelumnya. Pada 2025, inflasi Iran bertengger di 60 persen,” tulis Eseandre Mordi dari The Tradable.

Sejak Trump berkuasa di Gedung Putih pada Januari 2025, Amerika Serikat menggelorakan perlawanan terhadap Iran baik secara ekonomi maupun militer.

Salah satu strategi Amerika Serikat merontokkan ekonomi Iran adalah membuat negeri itu tak sanggup melakukan perdagangan minyak ke berbagai negara.

“Iran dibuat zero export.”

Sementara itu laporan Wall Street Journal mengatakan, dampak dari kelangkaan dolar di Iran membuat bank terbesar di negara tersebut, Ayandeh Bank, mati suri.

Kerusuhan di Iran yang pecah pada Desember 2025 lalu, menurut sumber di Iran, sesungguhnya karena masalah kecil: soal kelesuhan ekonomi dan kesejahteraan buruh.

Namun, gelombang unjuk rasa jalanan ini berkembang hingga penyerangan terhadap petugas keamanan dan pembakaran gedung pemerintah, bahkan merengut jiwa.

Berbagai sumber independent mengatakan,  demonstrasi liar tersebut berkembang cepat setelah kekuatan asing terlibat dalam aksi itu.

Sebagaimana dinyatakan oleh Bessent di depan juru warta, “Amerika Serikat terlibat dalam kerusuhan tersebut.”

Adapun The Cradle melaporkan, dinas rahasia Israel, Mossad, sangat aktif pada aksi yang membuat Iran rusuh.

Menurut laporan sejumlah media di Israel, Mossad mengorganisir para begundal melakukan kerusuhan berdarah, penyerangan terhadap petugas keamanan, pembakaran gedung pemerintah, dan sejumlah masjid.  

Kini, kerusuhan di Iran mulai reda. Negeri itu bersiap-siap menghadapi perang militer melawan Amerika Serikat yang menempatkan mesin pembunuhnya di perairan Teluk dan Laut Arab.

Bagikan

News Lainnya