Amerika Serikat Terjun Bebas ke Level Bawah 20 Negara Terkaya Dunia

Penulis: Redaksi  •  Senin, 27 April 2026 | 13:00:00 WIB

Jakarta - PERGESERAN peta negara-negara di dunia terjadi pada tahun 2026. Hal ini terjadi bukan karena perekonomiannya yang jatuh, namun karena cara menghitungnya yang memang berbeda.

Pendekatan ini tidak hanya melihat besarnya ekonomi. Tetapi juga sejauh mana kekayaan negara-negara tersebut benar-benar dinikmati oleh masyarakat.

Terkait hal itu, untuk mengukur kekayaan, biasanya menggunakan indikator Produk Domestik Bruto (PDB), karena akan mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi suatu negara.

Kendati demikian, indeks terbaru dari Hello Safe, menggabungkan berbagai indikator seperti pendapatan, ketimpangan, kualitas hidup, hingga pembangunan jangka panjang.

Data yang digunakan berasal dari lembaga global seperti International Monetary Fund, World Bank, United Nations Development Programme, hingga Organisation for Economic Co-operation and Development.

Pendekatan ini menjawab kelemahan PDB yang sering dianggap menyesatkan, karena mengasumsikan kekayaan tersebar merata. Padahal, dalam praktiknya tidak selalu demikian.

Contohnya Irlandia, yang secara angka memiliki PDB per kapita sangat tinggi, yang didorong oleh perusahaan multinasional seperti Apple, Google, dan Pfizer. Namun, ada kesenjangan besar antara output ekonomi dan pendapatan riil masyarakat, yang diperkirakan mencapai sekitar US$70.000 per orang..

Berdasarkan indeks tersebut, Norwegia menempati posisi pertama sebagai negara terkaya di 2026, didukung oleh pendapatan nasional tinggi dan sistem sosial yang seimbang.

Posisi berikutnya diikuti oleh Irlandia dan Luksemburg. Negara-negara ini menunjukkan kombinasi antara performa ekonomi kuat dan indikator sosial yang baik.

Negara lain seperti islandia juga masuk jajaran atas berkat tingkat kemiskinan rendah dan kualitas hidup tinggi. Hal ini menunjukkan pola yang terlihat jelas, bahwa negara kecil dengan distribusi kekayaan yang lebih merata cenderung unggul.

Sementara itu, Amerika Serikat hanya berada di peringkat ke-17, mencerminkan kekuatan ekonomi yang besar tetapi diiringi tingkat ketimpangan yang tinggi.

Jerman dan Prancis dua ekonomi terbesar Eropa bahkan tidak masuk dalam 10 besar sama sekali. Prancis berada di posisi ke-20, bahkan di bawah Republik Ceko yang memiliki distribusi pendapatan jauh lebih merata. Ini menunjukkan bahwa pemerataan menjadi faktor kunci dalam penilaian kekayaan versi baru.

-RSP/SINKOS

Reporter: Redaksi
Back to top