Pengamat ekonomi politik sekaligus Direktur Eksekutif Masa Depan Institute, Ishak Rafick, menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh kisaran Rp17 ribu per dolar AS bukan semata dipicu faktor global. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan struktural yang telah mengakar sejak krisis moneter 1998.