Hari buruh kemarin, presiden berpidato gegap gempita. Mengumumkan potongan aplikator terhadap ojol turun dari 20,% menjadi hanya 8% yang disambut gembira. Banyak yang berharap derita ojol segera sirna. Tapi banyak pula yang menyangsikan bahwa kebijakan tersebut hanya gula-gula. Arahnya sudah benar tapi belum menjadi kebijakan yang fundamental. Ojol perlu kepastian status. Selama masih disebut mitra, sejatinya masih ada manipulasi yang mengundang tanya. Ojol ingin diakui sebagai pekerja, dengan segala konsekuensinya. Simak perbincangan Alip Purnomo (host) bersama Raymon J. Kusnadi (Koordinator Tim Advokasi SPAI) dan Assoc. Prof TB Massa Djafar (Pakar Politik Universitas Nasional).
Politik dan Ketatanegaraan Memanas Terkait Status Hukum Gibran
23 Oktober 2026
14:30:00
Arif Rahman: Wacana Pemakzulan Gibran Berdampak Signifikan pada Konstelasi Politik Nasional
19 Oktober 2026
13:14:00
Hak Angket DPR dan Respons Presiden Prabowo Soal Wapres Gibran
16 Oktober 2026
18:13:00
Diskusi Panas Prof Henri Subiakto, Budi Arie, Syukur Mandar, Prof TB Massa Soal Gibran, Prabowo dll
13 Oktober 2026
18:30:00