Hari buruh kemarin, presiden berpidato gegap gempita. Mengumumkan potongan aplikator terhadap ojol turun dari 20,% menjadi hanya 8% yang disambut gembira. Banyak yang berharap derita ojol segera sirna. Tapi banyak pula yang menyangsikan bahwa kebijakan tersebut hanya gula-gula. Arahnya sudah benar tapi belum menjadi kebijakan yang fundamental. Ojol perlu kepastian status. Selama masih disebut mitra, sejatinya masih ada manipulasi yang mengundang tanya. Ojol ingin diakui sebagai pekerja, dengan segala konsekuensinya. Simak perbincangan Alip Purnomo (host) bersama Raymon J. Kusnadi (Koordinator Tim Advokasi SPAI) dan Assoc. Prof TB Massa Djafar (Pakar Politik Universitas Nasional).
Turbulensi Ekonomi Kerakyatan Versus Oligarki Hitam
10 Juni 2026
10:09:00
Politik babi: Kerakusan Elite Atas Kekayaan Alam Berakibat Memiskinkan Hidup Rakyat
21 Mei 2026
10:30:00
Anomali Ekonomi Atau Politik: Ekonomi Tumbuh, Rupiah Jatuh
13 Mei 2026
19:00:00
Habib Umar Alhamid Ultimatum Prabowo 3 Bulan
30 April 2026
20:00:00