Timur Tengah Tegang, Amerika Tembak Jatuh Drone Iran

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 04 Februari 2026 | 12:00:00 WIB

SinKos, Jakarta – SITUASI keamanan di Timur Tengah kian tegang menyusul penembakan drone Iran di Laut Arab oleh jet tempur Angkatan Laut Amerika Serikat, Selasa 2 Februari 2026 waktu setempat. Iran membantah.

Kabar penembakan tersebut disampaikan pertama kali oleh juru bicara Pusat Komando Amerika Serikat kepada awak media sebagaimana dilansir oleh kantor berita Associated Press (AP), Selasa.

“Drone Iran secara agresif mendekati kapal induk sehingga kami melakukan tindakan yang diperlukan,” ujar juru bicara Pusat Komando, Kapten Tim Hawkins.

Hawkins menjelaskan, penembakan tersebut berlangsung di perairan internasional Laut Arab.

Dari pihak militer menerangkan, penembakan itu berlangsung beberapa jam setelah pasukan Iran melakukan pelecehan terhadap kapal berbendera Amerika Serikat yang sedang berlayar di Selat Hormuz.

Sementara itu, dari kantor berita Iran, Fars News Agency, menjelaskan kepada juru warta, pasukan Iran sukses melakukan patroli dan menerbangkan drone mata-mata di perairan internasional.

Penjelasan tersebut sekaligus untuk membantah berita bahwa Amerika Serikat berhasil menembak jatuh drone Iran.

Drone Iran, tulis Fars, melakukan identifikasi kapal induk yang berlayar di perairan intenasional menuju wilayah Republik Islam Iran. Selanjutnya, data yang diperoleh diterima oleh pangkalan militer di darat secara real time.

Seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Tasnim, drone Shahid-129 membuntuti dan mengidentifikasi kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, yang berlayar di perairan internasional.

“Shahid-129 melakuan patroli rutin. Misi mata-mata yang digelar militer Iran adalah sah sesuai dengan hukum internasional,” tulis Tasnim.

Ketegangan Amerika Serikat dengan Iran muncul menyusul perintah Presiden Donald Trump mengirimkan pasukan militer dan armada laut dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan teluk.

Trump menuduh Iran memberangus kelompok reformis yang menuntut perubahan di pemerintahan Negeri Mullah. Menurut Trump, akibat tindakan keras pasukan keamanan Iran, setidaknya 2.000 demontrans tewas.

CA | BEBERAPA SUMBER

Reporter: Redaksi
Back to top