Jakarta, SinKos: KESYAHIDAN pemimpin agung Sayyid Imam Ali Khamenei dalam serangan pasukan gabungan Amerika Serikat ke Teheran, Sabtu 28 Februari 2026, tidak menyurutkan semangat tempur Iran.
Sejumlah media Barat dan Timur Tengah, sebelumnya, mewartakan pasukan udara dan laut Amerika-Israel menghujani kawasan Iran Selatan pada Sabtu waktu setempat.
“Gempuran udara tersebut menghantam gedung sekolah khusus anak perempuan, setidaknya 90 murid tewas,” tulis Al Jazeera edisi bahasa Inggris.
Selain itu, serangan Amerika-Israel, tulis media Barat, mengenai kawasan dekat Istana Presiden dan kompleks pemimpin agung, Sayyid Imam Ali Khamenei.
“Hujan peluru pintar yang ditembakkan duet Amerika-Israel ke kompleks tersebut, mengakibatkan Ali Khamenei meninggal dunia.”
Kabar kematian itu disampaikan secara nasional oleh televisi Iran, Ahad 1 Maret 2026.
Ali Khamenei, sebelum ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pada 1989 hingga ajal menjemput, merupakan seorang politikus dan ulama terkemuka Iran. Khamenei juga pernah menjadi presiden pada 1981-1989.
Data lain menyebutkan, Khamenei adalah pemimpin Iran selama 36 tahun dan enam bulan. Dengan demikian, dia dianggap sebagai pemimpin terlama di Timur Tengah.
CA | BERBAGAI SUMBER