SinKos, Havana – Meksiko bersumpah akan tetap mengirimkan minyak ke Kuba untuk alasan kemanusiaan.
Hal itu dinyatakan oleh Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dalam acara jumpa pers menyusul berbagai pemberitaan bahwa negaranya bakal menghentikan suplai minyak ke salah satu negara di Amerika Selatan tersebut.
“Pengiriman minyak ke Kuba selain alasan kemanusiaan, juga menyangkut kedaulatan negara dan demi solidaritas,” ucap Sheinbaum.
Tahun lalu, pada periode Mei dan Juni 2025, Meksiko mengapalkan tak kurang dari 10,2 juta barel minyak mentah ke Kuba atau setara dengan 132,5 juta liter. Sementara itu, pada periode Desember 2025, Meksiko mengirimkan minyak ke Havana. Tetapi angka pengapalannya tidak disebutkan.
Laporan _Havana Times_ menyebutkan, ekspor minyak Meksiko ke Kuba sebesar 132,5 juta liter dilakukan oleh Petroleos Mexicanos (Pemex). Angka sebesar itu terdiri dari bahan bakar untuk pesawat, minyak diesel, dan bensin.
Sebelumnya, Venezuela dikenal sebagai negara pemasok minyak terbesar untuk Kuba. Namun, pasokan tersebut berhenti setelah Presiden Nicolas Maduro diculik oleh Donald Trump karena dianggap sebagai biang penyelundupan narkotika dan obat terlarang ke Amerika Serikat.
Akibat penghentian pasokan minyak Venezuela tersebut, Kuba mengalami kelangkaan bahan bakar secara nasional.
Sejumlah media internasional, termasuk _Bloomberg_ dan koran Meksiko, _Reforma_, memberitakan bahwa Meksiko tidak akan melanjutkan pengiriman minyak ke Kuba pada periode Januari 2026.
Ketika dimintai keterangan oleh wartawan terkait isu itu, Presiden Sheinbaum menolak mengonfirmasi pemberitaan tersebut. Dia hanya menjelaskan bahwa negaranya memiliki solidaritas dengan Kuba dan demi menjaga kedaultan negaranya.