Pemeriksaan Jokowi, Hubungan dengan Prabowo Retak Rambut?

Penulis: Choirul Aminudin  •  Kamis, 12 Februari 2026 | 15:29:00 WIB

ADA berita menarik perhatian saya pekan ini, Kepolisian Daerah Metro Jaya memeriksa Joko Widodo alias Jokowi, presiden 2014-2019 dan 2019-2024, di Markas Kepolisian Resort Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Pada pemeriksaan tersebut, Jokowi dimintai keterangan selama kurang lebih 2,5 jam dengan 10 pertanyaan. Polisi juga mendalami masalah skripsi Sarjana Kehutanan yang diakui Jokowi diperoleh dari Universitas Gadjah Mada.

Buat saya, kehadiran Jokowi terasa ganjil. Tumben polisi menghadirkan Jokowi di kantor kepolisian, kendati Polda Metro Jaya mengaku pernah melayangkan surat pemanggilan namun hanya diwakili penasihat hukum.

Kali ini, Jokowi datang ke Mapolresta Surakarta bersama pengacaranya. Ada apa dengan pemeriksaan tersebut? Apakah ada skenario lain?

Kuat dugaan, ada indikasi, pasang surut hubungan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto mulai masuk ke fase retak rambut. Namun, bukan mustahil, relasi yang selama ini dibangun oleh keduanya bakal nyungsep ke titik nadir.

Indikasi keretakan tersebut terbaca dari pernyataan Jokowi di acara Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di Makassar, akhir Januari 2026.

Di perhelatan nasional PSI itu, Jokowi menyampaikan sikapnya dengan tegas bahwa dia akan mati-matian berjuang demi kejayaan partai yang dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep.

Pidato penuh semangat tersebut, saya pandang, sebagai sinyal kuat bahwa Jokowi tidak takut ditinggalkan oleh Prabowo maupun pimpinan partai yang bergabung di Kabinet Merah Putih.

“Jokowi memberikan perlawanan, tak gentar ditinggalkan!”

Sebelumnya, Jokowi sejak menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan presiden dua periode berstatus sebagai petugas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Namun demikian, setelah tidak menjabat di pemerintahan, Jokowi secara eksplisit memberikan dukungan terhadap PSI. Itu artinya, dia adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan PSI.

Meskipun begitu, Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, dalam keterangannya kepada awak media, partainya belum memasukkan Jokowi dalam struktur kepengurusan partai.

Indikasi lain keretakan Jokowi-Prabowo yang saya baca adalah pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani.

Dalam pidato sambutan pada Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra di Jakarta, Muzani meminta penyokongnya mendukung Presiden Prabowo dua periode.

Muzani tidak menyebutkan, siapa pendamping Prabowo pada perode berikutnya. Namun ada pimpinan partai yang dianggap dapat mendampingi: Bahlil Lahadalia (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN), Muhaimin Iskandar (PKB), Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), dan Menteri Pertahanan Safrie Sjamsuddin.  

Saat ini, Prabowo berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga 2029. Duet Prabowo-Gibran, sesungguhnya, sangat diinginkan oleh Jokowi dua periode.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada seluruh relawannya, sebagaimana disampaikan ke Bara JP, agar memberikan dukungan sepenuhnya kepada Prabowo-Gibran.

Pada tulisan ini, saya haqqul yaqin jika Prabowo benar-benar membuang Gibran di periode berikutnya, pecah kongsi dengan Jokowi tingggal menunggu waktu.

“Sayonara Prabowo-Jokowi tak terelakkan!”

Pintu untuk Gibran tidak mustahil tertutup. Sementara Prabowo mulai ancang-ancang dengan kekuatan dukungan politik partai Senayan dan finasial dari Sembilan Naga yang telah dikumpulkan (ca)

Tanjung Priok, 12 Februari 2026

Reporter: Choirul Aminudin
Back to top