Legitimasi Moral dan Politik Pemerintahan Dipertaruhkan

Penulis: Rusdy Setiawan Putra  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:36:00 WIB
#Sinkos Indonesia

Jakarta - DALAM dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, polemik dan dinamika politik nasional kembali menghangat.

Aktivis Gerakan 1998, Aznil Tan, menilai bahwa jalannya pemerintahan saat ini dihadapkan pada ujian berat yang menyangkut legitimasi moral dan politik di tingkat pimpinan nasional.

Dalam diskusi progresif yang diadakan Sinkos Indonesia, beberapa waktu lalu, Aznil menyoroti berbagai persoalan struktural yang menurutnya memerlukan langkah tegas dan terarah dari kepala negara.

Aznil mengatakan bahwa kunci penyelesaian atas berbagai polemik politik yang berkembang saat ini sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

"Bola ada di tangan Presiden Prabowo. Legitimasi pemerintahan dipertaruhkan jika persoalan-persoalan mendasar ini tidak disikapi secara tegas dan transparan," kata Aznil.

Aznil menyoroti bahwa rangkaian mekanisme koreksi kekuasaan di Indonesia kerap kali berhenti di tengah jalan tanpa kejelasan ujung penyelesaian hukum maupun politik.

Menurut Aznil, keberadaan berbagai instrumen kelembagaan belum otomatis menjamin mata rantai akuntabilitas publik tersambung dengan baik.

Aznil juga mengkritisi rantai birokrasi dan alur penanganan masalah yang mandek, sehingga memicu spekulasi serta ketidakpastian di tengah masyarakat.

Aznil berpandangan bahwa dinamika politik yang berkepanjangan dapat menguras energi nasional, yang seharusnya bisa dialihkan untuk fokus pada pemulihan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.

Kendati demikian, Aznil mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan stabilitas nasional agar sistem politik tidak mudah terjebak dalam lingkaran instabilitas. Namun di sisi lain tetap membuka ruang koreksi yang transparan ketika kepemimpinan terbukti bermasalah.

Diskusi interaktif bertajuk "Beban Politik 2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo" ini turut menghadirkan sejumlah pandangan kritis dari berbagai tokoh, jurnalis dan aktivis untuk membedah peta jalan politik nasional di bawah Kabinet Merah Putih saat ini.

Reporter: Rusdy Setiawan Putra
Back to top