Selamat Ginting : Minta Gibran Mundur, Ingatkan Risiko Guncangan Politik

Penulis: Rusdy Setiawan Putra  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:27:00 WIB
video lengkap selamet ginting di channel yuotube/ Sinkos indonesia

Jakarta - PENGAMAT Politik dan Militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting menilai eksistensi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin menjadi beban politik bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, Selamat Ginting menyarankan Gibran untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden. Langkah tersebut dinilai menjadi jalan keluar terbaik untuk meredam polemik konstitusi dan menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Selamat Ginting dalam diskusi progresif yang digelar Broadcast Sinkos Indonesia di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam diskusi itu, Selamat Ginting menyoroti jalan buntu konsolidasi partai-partai politik koalisi dalam merespons tuduhan pelanggaran etika dan konstitusi yang menyeret nama Gibran.

"Saya selalu mengingatkan supaya Gibran segera mundur. Kalau tidak, saya khawatir keluarga ini akan bernasib seperti kasus di Nepal," ujar Selamat Ginting.

Menurut Selamat, partai-partai politik saat ini mengalami dilema untuk mengambil inisiatif resmi di parlemen. PKS, kata dia, khawatir dicap mengusung agenda kelompok kanan jika terlalu vokal. Sementara Demokrat dan PDI Perjuangan rentan dituduh memendam dendam politik pasca-Pemilihan Presiden.

Di sisi lain, partai utama seperti Golkar dan Gerindra dinilai masih tersandera oleh kalkulasi politik internal koalisi. Kondisi ini membuat lambatnya pengisian sikap resmi partai politik terhadap putusan dan rekomendasi hukum terkait keabsahan pencalonan wapres.

Selamat juga menganalisis langkah-langkah yang tengah diambil Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pimpinan negara berlatar belakang militer tersebut sangat menempatkan faktor stabilitas keamanan sebagai prioritas utama.

Menurut pengamatannya, rotasi dan penataan pejabat di tubuh TNI maupun Polri belakangan ini merupakan bagian dari konsolidasi keamanan. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi potensi gejolak politik apabila terjadi pergeseran atau pergantian kepemimpinan di tingkat wakil presiden.

Selamat menambahkan, ketimbang membiarkan keabsahan dan wibawa pemerintahan terus tergerus oleh sorotan publik, opsi pengunduran diri secara sukarela dari Gibran dianggap sebagai langkah kenegarawanan yang paling minim risiko.

 

Reporter: Rusdy Setiawan Putra
Back to top